Kamis, 18 Juni 2015

Cara Mudah Menguji Performa Oli

Permasalahan oli mesin, menjadi bagian yang ramai diperbincangkan, baik oleh rider maupun oleh blogger, seakan2 perbincangan mengenai oli ini nggak ada habisnya. Hal ini terkait dengan vitalnya peran oli dalam mejaga kesehatan mesin motor kita. Kemudian ketika ada suatu forum yang menuliskan artikel tetang oli yang cocok digunakan pada motor-X, maka biasanya akan mendapati tanggapan yang banyak dan beragam, sampai2 visitor/silent rider yang ingin mendapatkan referensi jadi pusing. Jadi yang oli yang mana nih yang cocok buat motor kita ??.
Sebenarnya pabrikan sudah merekomendasikan, oli mesin yang cocok dengan motor maasing2. Nah di setiap kemasan oli juga sudah menunjukkan kode API (kandungan aditif peningkat performa), maupun kode SAE (kekentalan oli pada suhu tertentu), perhatikan gambar berikut
000 grade oli
000 saeviscosity
Jadi pemilihan oli untuk motor kita, API Service grade nya harus disesuaikan dengan tahun keluaran motor kita, sedangkan kekentalan olinya mengikuti gambar di atas dengan penyesuaian suhu udara luar/jalanan. Jadi Kalo di Indonesia yang kalo siang udaranya bisa mencapai 30 derajat, maka oli yang cocok (mungkin) SAE xx W 40/50. Dengan berpandu dengan 2 gambar tersebut, asalkan olinya asli, dan penggantian sekitar 2000 km, pemakaian normal, maka mesin akan sehat2 saja.
Selanjutnya selama digunakan, kualitas oli akan terus menurun dan perlindungannya terhadap mesin kita pun menurun. Maka jika kita mau iseng2 mengetahui kualitas oli tersebut, baik saat baru atau saat setelah digunakan, bisa mengikuti tes berikut.
1. Tes “tetes” untuk mengetahui  apakah oli masih baik atau sudah waktunya diganti
000 drop test
2. Tes kekentalan yang dilakukan 2x saat baru/dingin dan saat setelah digunakan/panas
a. Dengan menggunakan bola baja dan tabung, yang diameter mola baja sedikit lebih kecil dari diameter tabung
000 viscosity test2
b. Dengan menggunakan bejana yang lubang
vicosity tes
Kedua tes ini dilakukan dengan memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. makin kental makin lama. Silahkan gunakan ukuran sendiri2 asalkan kondisi alat yang digunakan sama, maka hasilnya bisa dibandingkan (Yang paling baik mengikuti standar SAE). Kira2 waktu yang dibutuhkan oleh bola baja untuk sampai dasar tabung adalah.
000 viscosity ball  test
Mengapa kekentalan oli ini penting ? Karena kekentalan terkait dengan dengan ketebalan lapisan oli yang berguna dalam memperkecil koefisiens gesek antar logam.
000 efek-jarak tempuh
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa kekentalan, berkurang seiring dengan jarak tempuh pemakaian. Pada jarak tertentu kekentalan akan memasuki daerah “zona aus mesin”, nah sebelum itu oli mesin harus diganti. Dari gambar itu juga diketahui bahwa oli sintetik, lebih mampu mempertahan “kekentalannya” terhadap jarak tempuh kendaraan.
3. Tes kemampuan mengurangi gesekan. Tes ini dengan menggesekkan sebuah bola baja berputar, ke atas 3 bola baja yang diam. Tes ini biasa disebut four balls wear test. Bola yang di atas diputar dengan kecepatan 1200 rpm, selama 1 menit, dengan beban 40 kgf.
000 four ball wear test 000 four ball wear test2 000four ball wear test3
Kemudian 3 bola yang di bawah akan diamati, seberapa besar keausannya, gambarnya seperti ini
000 wear scar ball2
Semakin besar diameter keausannya, oli semakin jelek dalam menjaga keausan mesin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar